L O A D I N G
blog banner

Mengenal Karakteristik Kakatua sebagai Hewan Peliharaan

Ada banyak spesies kakatua, tetapi spesies yang paling umum terlihat di penangkaran (tanpa urutan tertentu) termasuk Maluku, Goffin, payung, jambul belerang (lebih besar dan lebih kecil), dan kakatua bermata telanjang.

Ukuran
Ukuran kakatua berkisar dari sekitar 12 inci hingga sekitar 27 inci. Yang berukuran lebih kecil termasuk kakatua Goffin, kakatua mawar, dan kakatua jambul yang lebih rendah sulfur, sedangkan kakatua yang lebih besar termasuk payung, Maluku, dan kakatua jambul jambul yang lebih besar.

Rentang Hidup yang Diharapkan
Dengan perawatan yang tepat, kakatua dapat diperkirakan hidup selama sekitar 40 tahun (spesies lebih kecil) hingga 80 tahun atau lebih (spesies lebih besar). Sayangnya, banyak yang ditahan lebih muda mati dari ini.

Perangai
Kakatua adalah burung yang sangat hidup dan penuh kasih sayang. Mereka cukup “suka diemong” dan sangat dekat dengan pemiliknya. Namun, keramahan dan kebutuhan mereka akan kasih sayang berarti mereka menuntut banyak waktu dari pemiliknya. Kehilangan kasih sayang, kakatua akan menjadi depresi atau menunjukkan perilaku neurotik. Mereka cerdas, suka bermain, nakal, dan mereka bisa sangat keras. Mereka agak bersemangat sehingga kadang-kadang tidak melakukannya dengan baik di sekitar anak-anak muda.

Vokalisasi / Ucapan
Kakatua tidak begitu dikenal sebagai beberapa kakatua lain karena kemampuan mereka untuk meniru pembicaraan, tetapi secara umum, mereka memiliki kemampuan berbicara yang cukup baik. Ada banyak variasi antar individu dan juga beberapa variasi spesies.

Kandang
Kakaktua yang lebih kecil harus memiliki kandang yang tidak lebih kecil dari 24 kali 36 inci kali 48 inci dengan jarak bar 3/4 inci hingga 1 inci sedangkan kakaktua yang lebih besar membutuhkan kandang yang sangat besar: sekitar 24-kali-48-kali- 48 inci dengan jarak bar 1 inci hingga 1,5 inci. Semakin besar kandang semakin baik. Kandang yang kuat (besi tempa, stainless steel) diperlukan untuk menahan paruh keras kakatua. Kabel batang horizontal akan memungkinkan kakatua berolahraga dengan memanjat sisi kandang.

Mainan
Kakatua suka mengunyah dan menghancurkan barang-barang, jadi menyediakan mainan yang bisa dikunyah adalah keharusan. Mainan kayu lunak, dahan pohon, kulit samak nabati, mainan tali (penggunaan pengawasan), lonceng dan kardus semua bisa diberikan. Sediakan mainan gantung dan mainan yang bisa diambil di kaki. Mainan dengan untaian gantung mensimulasikan merapikan dan populer dengan kakatua. Semua mainan burung harus aman, dan digantung dengan aman.

Makanan
Kakatua membutuhkan berbagai makanan segar bersama dengan diet berbasis unggas berkualitas baik. Pelet bisa sampai 50 persen dari diet dan makanan segar (sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dll) yang Anda siapkan harus menggantikan sisanya. Biji dan campuran biji hanya boleh digunakan sebagai bahan makanan terbatas karena mereka tinggi lemak. Kacang juga bisa dijadikan suguhan khusus.

Kekhawatiran
Kakatua menghasilkan debu bulu. Bulu khusus (bubuk ke bawah) menghasilkan bubuk halus yang digunakan untuk merapikan bulu. Bedak ini membuat debu halus yang mengendap di seluruh rumah pemilik kakatua dan dapat menyebabkan alergi.

Pemilik perlu dipersiapkan untuk sedikit kekacauan dan memiliki barang-barang rumah tangga yang dikunyah. Kakatua cenderung suka bermain-main dengan (melemparkan) makanan mereka dan mengunyah semuanya.

Kakatua tampaknya agak rentan terhadap perilaku neurotik termasuk memetik bulu dan melukai diri sendiri, terutama jika menyangkal kasih sayang dan perhatian yang sangat mereka butuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *