Astronom Belum Mengukur Jarak ke Galaksi Terjauh

Sekelompok astronom melaporkan bahwa mereka telah mengukur jarak ke salah satu galaksi terjauh yang mereka ketahui. Galaksi ini jaraknnya lebih dari beberapa miliar tahun cahaya di sisi utara konstelasi Bo├Âtes. Galaksi ini adalah salah satu yang paling masif dan paling terang di awal alam semesta dengan nama EGS-zs8-1. Galaksi tersebut berkembang pesat hanya 670 juta tahun setelah Big Bang.

Cahaya dari galaksi itu membutuhkan waktu 13 miliar tahun untuk mencapai teleskop di Bumi. Namun sekarang, sejak alam semesta terus mengembang selama waktu itu, galaksi ini kini berjarak sekitar 30 miliar tahun cahaya, menurut perhitungan kosmologis standar.

Pengukuran baru memungkinkan para astronom untuk melihat galaksi saat masih bayi. Meskipun relatif muda, bagaimanapun, sudah sekitar seperenam Bima Sakti, yang berusia 10 miliar tahun. Dan itu semakin besar hingga 80 kali lebih cepat daripada Bima Sakti sekarang. Penemuan ini dilaporkan dalam The Astrophysical Journal oleh Pascal Oesch dari Yale University.

Dengan aturan alam semesta yang mengembang, semakin jauh sebuah galaksi semakin cepat ia mundur dari kita, diukur dengan pengukuran “redshift” cahayanya melebar ke panjang gelombang yang lebih panjang.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketika para astronom saling berpacu ke masa lalu dengan instrumen seperti Hubble Space Telescope, galaksi telah ditemukan yang nampak lebih jauh. Pengukuran itu adalah perkiraan berdasarkan warna dari objek yang disebut pergeseran merah fotometrik.

Galaksi baru itu menonjol dalam survei galaksi jauh oleh teleskop luar angkasa Hubble dan Spitzer yang dikenal sebagai Candels, untuk Survei Warisan Near-infrared Deep Extragalactic Legacy Infrared. Pergeseran merahnya diukur dengan tepat menggunakan spektograf kuat yang dikenal sebagai Mosfire Spektrometer Multi-Obyek untuk Eksplorasi Infra Merah pada Keck 1. Salah satu dari sepasang teleskop berdiameter 10 meter di Mauna Kea di Hawaii. Itu merupakan pergeseran merah tertinggi yang dikonfirmasi dengan cara ini, kata Garth Illingworth, dari Universitas California, Santa Cruz.

Bagaimana galaksi dapat membentuk dan tumbuh begitu cepat di alam semesta adalah sebuah misteri yang akan diatasi oleh generasi instrumen yang akan datang seperti James Webb Space Telescope dan Thirty Meter Telescope, sebuah goliath yang direncanakan untuk Mauna Kea, sudah rumah bagi selusin teleskop.

Baru-baru ini pembangunan Teleskop Tiga Puluh Meter dengan nilai 1,4 miliar dolar telah dihentikan akibat protes warga Hawaii yang merasa gunung mereka telah dilecehkan. Kontroversi itu muncul dalam makalah baru, di mana Dr. Oesch dan rekan-rekannya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *